Kuningan Kerajinan seni sejarah

Kuningan Kerajinan seni sejarah

Sekilas tampilan kuningan mirip dengan emas. Kuning dan mengkilat. Ini yang menyebabkan kuningan banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan perhiasan dan berbagai benda fungsional seperti lampu, piranti makan, koin bahkan cermin. Munculnya referensi tentang kuningan sebagai paduan tembaga dan perunggu dalam Alkitab King James, berbagai industri sederhana peleburan seng yang kaya dengan kandungan bijih besi pada Abad pertengahan, sampai kuningan yang dihasilkan dari proses speltering yaitu proses peleburan logam tembaga dan seng yang diperkenalkan Bangsa Eropa di abad ke-16 menunjukkan bahwa kuningan telah lama digunakan bahkan sejak jaman prasejarah.

sejarah kerajinan kuningan

sejarah kerajinan kuningan

 Tentang Kuningan
Kuningan berasal dari leburan tembaga dan seng dengan kadar tembaga antara 60-96% dari total keseluruhan berat. Proses ini menghasilkan kuningan dengan sifat lebih lunak dari bahan pembentuknya (tembaga dan seng). Namun, sifat lunak kuningan relatif dapat diatur tingkat kekerasannya dengan menambah atau mengurangi presentase kandungan logam pembentuknya. Sifat ini menyebabkan kuningan banyak digunakan dalam berbagai industri mulai dari industri perkakas rumah tangga, berbagai alat musik sampai alat peledak. Sifatnya yang tahan korosi dan mudah dilebur dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan koin sampai sekarang.
Dalam pembuatan berbagai kerajinan seni kriya, kuningan cukup banyak digunakan. Karena selain berkesan mahal, kuningan yang telah mengalami proses finishing akan menghasilkan kuningan yang mengkilap, semakin terlihat antik walau kilaunya memudar. Kuningan memiliki karakter, antara lain:
1. Tahan korosi sehingga membuatnya awet.
2. Perawatannya mudah.
3. Warnanya yang mirip emas, membuat tampilannya menarik
4. Tingkat kekerasan dan kelembutannya dapat diatur sehingga kuningan mudah diukir dan ditempa.
5. Tidak mudah terkena noda, bahkan di udara yang mengandung garam seperti daerah pesisir sekalipun.
Kuningan dalam Sejarah.
Bicara tentang seni kriya kuningan tidak terlepas dari seni kerajinan kuningan India. Dalam catatan sejarah, seni kerajinan kuningan India telah dimulai kurang lebih lima juta tahun lalu dan masih berlangsung sampai sekarang. Daerah Uttar Pradesh, sebuah negara bagian di sebelah Selatan-Timur India terkenal di dunia sebagai daerah penghasil kerajinan kuningan dengan motif floral, mitologi Hindu dan Angsa.
Ditemukannya proses speltering oleh Bangsa Eropa di abad ke-16, seolah menandai masa dikenalnya industri pengolahan kerajinan kuningan. Berbagai perkakas rumah tangga seperti lampu gantung dengan motif dominan berasal dari mitologi Yunani dan Romawi. Sifat kuningan yang mudah menyatu dengan bahan lain seperti kayu banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan meja pasien di sejumlah rumah sakit mewah di Prancis pada abad ke 19.
Di Indonesia sendiri, sejak dulu kuningan banyak digunakan sebagai bahan pembuatan bokor (wadah yang digunakan untuk upacara keagamaan), lampu, piranti makan sampai peralatan untuk keperluan pertunjukkan wayang. Sebuah daerah di Jawa Barat memiliki legenda yang bermula dari sebuah bokor kuningan yang dijadikan alat untuk menguji tingkat keilmuan seorang pemuka agama. Nama kuningan pun diabadikan sebagai nama daerah tempat jatuhnya bokor kuningan akibat tendangan raja yang murka karena kebohongan pendeta kepercayaannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Agar kuningan tidak kehilangan kilau dan tahan lama, ada beberapa hal yang harus dilakukan:
1. Hindari menggunakan pembersih berbahan dasar amonia karena akan meninggalkan noda pada koleksi kuningan Anda. Cukup gunakan sabun lembut dan air hangat serta lap dengan kain halus yang kering.
2. Kuningan yang mengandung besi dapat menyebabkan karat. Bersihkan secara teratur menggunakan wol baja.
3. Anda dapat menggunakan pembersih khusus kuningan yang banyak tersedia di pasaran. Semprotkan cat berbasis laquer bening untuk pelapisnya.

Dapatkan update produk dan artikel terbaru Kerajinan DaffiArt.com dengan Memasukkan alamat email anda di sini :

DAFFI ART - Decorative Copper & Hospitality Needs
Tumang 05/14 Cepogo Boyolali Central Java Indonesia 57362
Telp./Fax : +62276 323 294 / +628156700496 / 081281125758